Penanaman 515 ribu Bibit Pohon Di Lakukan di Gunung Lawu Pasca Kebakaran Hutan

Malda 29 11 19 Breaking News
Penanaman 515 ribu Bibit Pohon Di Lakukan di Gunung Lawu Pasca Kebakaran Hutan

(Detik News : Google)
Bhayangkarajabar.id - Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu menyiapkan 515 ribu bibit pohon pascakebakaran hutan di Gunung Lawu. Bibit tersebut disiapkan untuk ditanam dalam rehabilitasi hutan yang sebagian pohonnya mati.

"Bibit tanaman yang sudah kami siapkan ini mencapai 515 ribu bersamaan dengan musim hujan yang tiba. Penanaman dilakukan di Gunung Lawu yang sebagian telah mati," ujar Kepala ADM KPH Lawu Asep Dedi Mulyadi kepada wartawan seusai penanaman di lereng Gunung Lawu Magetan, Jumat (29/11/2019).

Dari 515 ribu bibit tanaman itu, kata Asep, akan ditanam di dua lokasi BKPH Lawu, yakni BKPH Lawu utara dan selatan. Dari dua BKPH di wilayah KPH Lawu itu, total luas lahan mencapai 744 hektare di Gunung Lawu.

"Rencana untuk dua BKPH itu luas total 744 hektare, yang akan ditanami 515 ribu bibit pohon berbagai jenis," katanya.

Asep mengungkapkan, terkait rehabilitasi hutan di Gunung Lawu, pohon mati bukan hanya terdampak kebakaran kekeringan hutan, namun juga terdampak kekeringan. Proses penanaman telah dimulai saat ini hingga akhir Desember 2019, yang dikemas dalam program penghijauan melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan Lindung,

"Jadi ini bukan dampak kebakaran semata, justru dampak paling banyak karena dampak kekeringan dan menyebabkan sebagian mati. Ini juga upaya kami agar tidak ada longsor kelak," katanya.

Asep menambahkan, dari 744 hektare lahan itu, saat ini baru sekitar 40 hektare tertanami. Ada 10 jenis tanaman yang ditanam di lereng Gunung Lawu, yang terdiri atas empat jenis pohon utama, yakni jenis Euchalipthus ada 166.183 pohon, trembesi 22.421 pohon, ringin 61.809 pohon, nangka 102.920 pohon, sengon buto 67.809 pohon, dan kopi 75.129 pohon.

Kemudian ada empat jenis tanaman sela berjumlah 18.776 pohon, terdiri atas pohon gamal, lamtoro, secang, dan kaliandra.(Detik.com)

Related Post

    Article not found!

Comment