Karyawan PLN Wamena Nyaris Mati Dibakar Massa: Pak Jokowi, Jangan Sepelekan

Rostika 29 9 19 Breaking News
Karyawan PLN Wamena Nyaris Mati Dibakar Massa: Pak Jokowi, Jangan Sepelekan

Bhayangkarajabar.id -   Miris penampakan kantor PLN di Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua yang tengah beredar di Twitter. Foto bangunan itu diunggah oleh @Naufal_Alamsyah, yang mengaku bekerja di kantor tersebut.

Namun, tak lagi terlihat seperti bangunan, kantor PLN Wamena unggahan @Naufal_Alamsyah sudah tak berbentuk. Hanya beberapa tembok yang masih berdiri, dengan bekas hangus terbakar di sana-sini.

Atapnya pun sudah tidak ada, dan serpihan reruntuhan bangunan tersebut berserakan di sekitarnya. Sementara itu, di salah satu dinding masih utuh terpasang plang bertulisan "PT PLN (PERSERO) WILAYAH PAPUA AREA JAYAPURA RAYON WAMENA".

Pengunggah foto mengatakan, kantornya memang baru saja dibakar oleh massa yang rusuh di Wamena. Bahkan, aksi pembakaran dilakukan ketika gedung tersebut tidak dalam kondisi kosong.

Ia dan kawan-kawannya pun nyaris tewas hangus terbakar dalam kantor ketika api disulut massa. Meski begitu, beruntung, @Naufal_Alamsyah berhasil menyelamatkan diri.

Dirinya lantas meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar serius dan segera menindaklanjuti kerusuhan di Papua.

Cuitan karyawan PLN di Wamena - (Twitter/@Naufal_Alamsyah)
Cuitan karyawan PLN di Wamena - (Twitter/@Naufal_Alamsyah)

"Pak @jokowi inilah kantor kami PT PLN (Persero) UP3 Wamena, pasca-kerusuhan di wamena. Tolong jangan anggap ini sepele. Ini masalah yang cukup serius. Kami hampir mati dibakar massa di dalam kantor, Alhamdulillah kami berhasil kabur ke belakang kantor dan sembunyi di rumah warga," tulis Naufal, Sabtu (28/9/2019).

"Tolong media elektronik jangan menutupi kejadian ini. Banyak korban yang butuh pertolongan di sini. Pak @jokowi bilang, "tenang saja, semua objek vital sudah aman". Iya betul aman, karena kantor kami sudah aman dibakar habis, hanya besi dan paku saja yang tersisa," lanjutnya.

Pada cuitan berikutnya @Naufal_Alamsyah me-mention akun @jokowi @Kemenkumham_RI @sudjiwotedjo disertai tagar #wamenaberduka #DukaWamena #WamenaDamai.

Kerusuhan terjadi di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa pada Senin (23/9/2019), yang memprotes seorang guru karena dikabarkan mengucapkan cemohoon bernada rasial.

Aksi tersebut berakhir rusuh, dan terdapat pihak yang melakukan pembakaran pada rumah warga, kantor pemerintah, serta fasilitas umum.

Setelah sebelumnya menutup akses internet di Wamena, pemerintah akhirnya membuka kembali layanan data internet pada Sabtu (28/9/2019) karena kondisi dan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Wamena dianggap telah pulih.

Hingga kini, 33 orang dinyatakan tewas dalam kerusuhan tersebut, dan ribuan orang mengungsi ke daerah lain di dekat Wamena.


(suara.com)

Related Post

    Article not found!

Comment