2 Sopir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Cipularang

Rostika 4 9 19 Breaking News
2 Sopir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Cipularang

Bhayangkarajabar.id -  Kepolisian Purwakarta, Jawa Barat menetapkan 2 tersangka dalam kecelakaan maut di Tol Cipularang, Jawa Barat. Mereka adalah Dedi Hidayat dan Subana.

Dedi dan Subana dinilai lalai mengendarai truk hingga menyebabkan kematian. Namun status tersangka Dedi gugur karena dia meninggal. Tinggal Subana yang menjadi tersangka

"S dan DH mengemudikan kendaraan truk dengan jenis yang sam. Dua tersangka ini membawa material tanah melebihi batas muatan sehingga kendaran tidak terkendali," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di Purwakarta, Rabu (4/9/2019).

Truk tanah yang dibawa Dedi dan Subana terguling di KM 91 Cipularang. Mereka membawa tanah seberat 25 ton.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengungkapkan bahwa kelebihan muatan atau over loading pada truk yang menjadi salah satu biang kerok pada kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang.


Hal ini diketahui, setelah Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi memantau langsung di lokasi kejadian.

Budi Setiyadi menjelaskan, truk yang bermuatan logistik tersebut telah melibihi muatan hingga 300 persen. Sehingga, sambungnya, hal tersebut yang membuat truk sulit dikendalikan pada kecepatan tinggi.

"Over loading nya itu, antara operator truk dengan pemilik barangnya, pesanannya. Kelebihan logistik nya 300 persen dari muatnya. Dua duanya satu perusahaan. Sama ngangkutnya. Kemudian kalau dimensinya, dump truck itu pasti yang kita lihat lebih 70cm bak-nya," kata Budi saat ditemui dalam Pameran Mobil Listrik di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, tutur Budi, kondisi rem truk tersebut juga bermasalah. Dengan begitu, kondisi muatan yang lebih dan kondisi rem yang tak baik membuat truk tak bisa terkendali.

"Tadi malam saya diskusi dengan teknisi dari Hino. Kalau mobil Hino, dinaiki dengan muatan seperti itu memang alat kerja remnya itu enggak maksimal, panas. Suatu saat panas itu bisa loss, enggak terkendali. Atau kemudian bisa juga tapi dipaksakan, misalnya dia ngerem di sini berhentinya beberapa meter di depan," tutur dia.


"Nah yang di belakang, begitu yang depan bermasalah remnya, narik guling. Dua duanya bermasalah menyangkut masalah remnya. Dan kelebihan muatan jadi nabrak semua di depan," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Cipularang melibatkan puluhan kendaraan. Delapan orang dilaporkan tewas dan puluhan orang luka-luka. Kecelakaan tersebut juga membuat beberapa mobil terbakar.


(suara.com)

Related Post

    Article not found!

Comment