Pertamina Dukung Penggunaan BBM Tanpa Timbal di Jakarta

Rostika 24 8 19 Breaking News
Pertamina Dukung Penggunaan BBM Tanpa Timbal di Jakarta

Bhayangkarajabar.id -  Pertamina Dukung Penggunaan BBM Tanpa Timbal di Jakarta

Berdasarkan data AirVisual, DKI Jakarta menempati posisi teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk. Setidaknya dalam satu bulan terakhir, berbagai kebijakan diberlakukan untuk mengatasi polusi udara. 

Salah satunya rencana kebijakan setop penjualan BBM bertimbal di Jakarta. Merespon rencana tersebut, Pertamina menyiapkan berbagai skenario untuk menjawab ketersediaan BBM tanpa timbal, khususnya di Ibukota Negara. 

“Pertamina mendukung upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan BBM berkualitas demi lingkungan yang lebih baik,”kata Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) di Jakarta, belum lama ini.

Upaya tersebut dilakukan dengan menyediakan bahan bakar berkualitas di seluruh SPBU di wilayah DKI Jakarta yang berjumlah 259 SPBU. Dari keseluruhan SPBU di Jakarta, seluruh SPBU menjual Pertamax, sedangkan Pertamax Turbo dijual di 130 SPBU dan Pertamina Dex dijual di 160 SPBU di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Fajriyah, untuk mendukung kebijakan penggunaan BBM tanpa timbal di Jakarta, Pertamina tidak hanya menjamin ketersediaan BBM berkualitas di SPBU tetapi juga telah memastikan dua kilang yang menyuplai BBM ke Jakarta telah memproduksi BBM berstandar EURO 4.

Selain Kilang Balongan yang memproduksi Pertamax, Pertamina juga telah merampungkan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang dikelola Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang telah diserahterimakan akhir Juli 2019 lalu. 

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang menjelaskan dengan selesainya PLBC, kemampuan produksi Pertamax Kilang Cilacap meningkat signifikan dari 1,0 juta barrel per bulan menjadi 1,6 juta barrel per bulan.

“Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina yang berperan dalam menjaga swasembada dan kemandirian energi nasional. Kapasitas operasi menyumbang sekitar 33,4% dari total kapasitas kilang nasional,” katanya. 

Tallulembang menegaskan, PLBC yang dimulai sejak 2015 kini telah selesai dan bisa beroperasi penuh. Sehingga jumlah produksi Kilang Cilacap bertambah dan kualitasnya sesuai dengan standar EURO 4.

Menurutnya, EURO 4 merupakan standar mutu gas buang kendaraan yang ditetapkan oleh negara-negara Uni Eropa untuk menjaga kualitas udara. Semakin tinggi standar EURO yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan karbondioksida, sulfur dan partikel yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.


(suara.com)

Related Post

    Article not found!

Comment